Empati adalah kemampuan menyadari perasaan orang lain dan membayangkan bagaimana rasanya ketika berada di posisi orang tersebut, seperti merasakan apa yang orang lain rasakan secara tulus.
Yang paling utama untuk dimiliki anak karena merupakan kunci persahabatan dan hubungan yang sehat.
Bagaimana cara anak dapat memiliki empati?
Menurut psikolog Audrey Susanto. Dengarkan, ya!
"Berempati kepada anak bukan berarti kamu harus selalu memenuhi keinginannya, tapi lebih tentang memahami dan menghargai perasaannya."
Cara menumbuhkan empati pada anak menurut psikolog Audrey Susanto yang pertama adalah Mama harus memberikan contoh kepada si Kecil. Mulailah dari hal-hal kecil dan mudah agar bisa ditiru oleh anak. Anak mama akan belajar berempati kepada orang lain karena mengamati Mama melakukan hal tersebut.
Apresiasi ketika anak menunjukkan empati
Anak akan merasa bahagia jika diperlakukan dengan hormat, sehingga dia akan lebih sering lagi melakukan hal tersebut.
Membaca buku tentang empati
Biasanya buku tentang empati berisi cerita beserta contoh gambar yang terkait dengan kegiatan sehari-hari anak. Gambar-gambar tersebut bisa membantu anak memahami empati dengan lebih jelas.
Anak bisa belajar memahami karakter tokoh dalam buku
Melalui cerita dan tokoh-tokoh yang ada di dalam buku, anak bisa belajar memahami perasaan dan sudut pandang dari berbagai karakter. Si Kecil akan membayangkan bagaimana rasanya berada di posisi tokoh-tokoh tersebut tanpa harus mengalami peristiwa yang serupa.
Mengulurkan bantuan kepada teman yang menghadapi kesulitan
Jika seorang anak memiliki rasa empati, dia bisa belajar mengambil keputusan dan cara berperilaku yang baik. Misalnya, saat si Kecil melihat temannya sedang membutuhkan bantuan, dia tidak akan mengejek, tetapi mencari cara untuk menolong temannya sesuai kemampuan yang ada.
Menurut psikolog Audrey Susanto, rasa empati harus dibangun sejak dini ya, Ma, agar si Kecil tumbuh menjadi orang yang peduli dengan sesama manusia.
Baca juga: