Saya mengunjungi kuburan atau makam kerabat dan keluarga.
Biasanya, kunjungan makam ramai dilakukan sepekan hingga sehari menjelang bulan puasa.
Ziarah kubur memiliki tata cara dan doa khususnya.
Doa Ziarah Kubur untuk Orang Tua menurut Ajaran Rasulullah SAW
Dilansir dari MUI, berikut adalah doa ziarah kubur sesuai dengan petunjuk Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam kitabnya al-Adzkar:
Pertama, menurut petunjuk Nabi SAW, kita disarankan mengucapkan salam terlebih dahulu ketika memasuki kompleks pemakaman.
Selamatlah kamu, di tempat orang-orang yang beriman, dan aku telah datang kepadamu dengan apa yang kamu telah diberitakan akan tiba pada hari esok, yang telah ditetapkan. Sesungguhnya kami akan menemukan kamu, jika Allah menginginkan.
:
(As-salamu 'alaikum, ya ummat yang beriman, dan terimalah salam dari Allah, dan insha Allah kalian akan selalu mendapat keberkatan dari Allah...)
“Semoga selamatlah kalian, hai penghuni kubur, kamu orang-orang yang beriman. Sesungguhnya apa yang dianugerahkan Allah kepadamu niscaya akan ada di hadapanmu pada hari kiamat, dan Insya Allah kami akan menyusul kalian…” (HR Muslim no 1618)
Kemudian, kata Imam an-Nawawi, peziarah dianjurkan untuk membaca Alquran lebih banyak, melakukan dzikir, dan berdoa untuk ahli kubur.
Dianjurkan bagi pengunjung agar mengembangkan kebiasaan membaca Al-Qur'an dan dzikir, serta berdoa untuk penghuni makam tersebut dan orang-orang yang telah meninggal serta umat Islam secara keseluruhan.
“Para peziarah disarankan untuk membanyak membaca Alquran, dzikir, dan doa untuk para ahli kubur, semua orang yang telah meninggal dunia, dan umat Islam secara keseluruhan.” (Abu Zakariya an-Nawawi, al-Adzkar, hal. 168)
Saran Imam an-Nawawi di atas sebenarnya sudah biasa dilakukan oleh masyarakat kita.
Biasanya, ketika ziarah kubur, masyarakat melantunkan surat Al-Fatihah, Al-Baqarah ayat 1-5, 163, ayat Kursi, Al-Baqarah ayat 284-286.
Lalu dilanjutkan dengan surat al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas. Bahkan beberapa di antaranya membaca surat Yasin. Lalu memperbanyak dzikir seperti membaca istighfar dan tahlil.
Dijanjikan dengan berdoa untuk orang meninggal seperti ketika mendoakan jenazah ketika menshalatinya:
Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, ampuni dia, pelihara dia, hormatilah kedatangannya, luaskan masuknya, cucilah dia dengan air hujan, salju, dan es, dan bersihkan dia dari dosa-dosa seperti membilas baju putih dari kotoran, gantilah dia dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan istri yang lebih baik dari istrinya, peliharalah dia dari fitnah kubur dan azab neraka.
(Allahumma ghafirlahur hamahu warhamhu, wa 'afihu wa'fu 'anhu, wakrim nuzulahu wa wasi' madkholahu, waghshilhul maa'i wats-tsalji wal barad, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqats saubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarih, wa ahlan khairan min ahlih, wa zawjan khairan min zawjih. Wa qiyhi fitnatal qabru wa 'adzaban naar)
“Ya Allah, berikanlah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan ampuni dia. Berikanlah kehormatan kepada dia, luaskanlah tempat masuknya. Taburkanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik daripada rumahnya, keluarga yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik daripada isterinya. Dan peliharalah dia dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim no 963)