Search Suggest

Prabowo Bicara Raja Kecil Saat Kongres Muslimat NU,Dahnil Anzar Terang-terangan Bilang Sudah SP-2

Anggota Dewan Pembina Gerindra Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan komentar mengenai statement Presiden Prabowo Subianto saat membuka Kongres XVIII Muslimat NU.

Presiden Prabowo Subianto berbicara tentang adanya Raja Kecil yang melawan kebijakan efisiensi pengeluaran anggaran atau penghematan.

Dahnil menyampaikan pernyataan Presiden Prabowo dalam forum terbuka seperti surat peringatan atau SP-2.

Ia kemudian menyebutkan langkah efisiensi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Dia melakukan langkah-langkah yang sangat jarang dilakukan Presiden RI sebelumnya.

Juru bicara Prabowo ketika menjabat sebagai Menteri Pertahanan mengatakan Presiden Prabowo melihat secara langsung detail alokasi anggaran di seluruh kementerian.

Itu, kata Dahnil, dilakukan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menurut Dahnil, hal itulah yang menyebabkan perubahan besar pada saat Prabowo melakukan penelitian anggaran hingga ditemukan angka Rp 306 triliun.

Besaran anggaran itu, lanjut Dahnil, dialihkan kepada program-program prioritas yang langsung mempengaruhi rakyat Indonesia.

"Nah kalau kemudian di langkah-langkah itu ada saya menggunakan istilah ketidaktauan atau ketidakpatuhan, misalnya beberapa pihak yang disinyalir oleh Presiden Prabowo sebagai raja-raja kecil yang status quo di birokrasi dan sebagai ya itu diperingati oleh Pak Prabowo," katanya.

Dahnil kemudian menyampaikan pengalamannya sebagai orang yang menjabat sebagai juru bicara Prabowo selama tujuh tahun.

Ia menyatakan bahwa jika Prabowo telah menyampaikan peringatan di rapat tertutup yang mengandung unsur ketidakpatuhan, maka hal itu sudah ditetapkan sebagai SP-1.

"Tapi sekarang ini disampaikan secara terbuka di forum-forum terbuka, sudah SP-2. Nah kalau sudah SP-2, kemudian disobedience ini tidak berubah atau tidak ada perubahan, masih ada manuver yang mengabaikan perintah presiden dan kebijakan presiden, pasti ada SP-3," jelasnya.

Dahnil menjelaskan pernyataan Prabowo Subianto mengenai kebijakan Presiden RI.

Hal pertama, Prabowo melakukan langkah spesialisasi dengan membentuk kementerian dan lembaga yang berdiri sendiri untuk kegiatan berskala ekonomi besar.

Dia mengaktifkan pembentukan Badan Penyelenggara Haji (BP Haji).

Dahnil menjabat Wakil Kepala BP Haji.

"Pak Prabowo memisahkan perhajian dengan skala ekonomi yang besar karena itu harus dipisahkan dari Kementerian Agama menjadi lembaga mandiri. Badan kementerian tingkatannya sendiri, sehingga bisa dikelola lebih efisien, efektif dan ekonomis," kata dia.

Menurut Dahnil, tujuan Prabowo membentuk badan tersebut adalah untuk menghasilkan pelayanan yang jauh lebih baik. Dahnil menegaskan bahwa kebijakan Prabowo harus dipatuhi oleh semua pihak.

Karena tidak ada lagi manuver yang mengabaikan kebijakan presiden.

Dengan adanya kementerian baru ini, kata Dahnil, maka harus dilakukan langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi.

"Pak Prabowo melakukan langkah-langkah yang sangat jarang dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya, melihat secara detail alokasi anggaran di semua kementerian," katanya.

Prabowo Singgung Raja Kecil

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, ada pihak-pihak yang disebut Raja Kecil melawan kebijakan penghematan pengeluaran atau efisiensi anggaran dari pemerintahannya yang dipimpinnya.

"Saya melakukan penghematan, saya ingin menghilangkan pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, pengeluaran-pengeluaran yang sia-sia, pengeluaran-pengeluaran yang hanya untuk menghemat uang, saya ingin dihentikan, dibersihkan. Apakah ada yang melawan saya? Apakah ada," ungkap Prabowo saat membuka Kongres XVIII Muslimat NU di Jatim International Expo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2025).

Menurut Prabowo, ada yang merasa terganggu dengan kebijakan tersebut. Bahkan, ada birokrat yang sudah merasa seperti Raja Kecil di lembaganya.

"Dalam birokrasi rasa aman dari hukum sudah menjadi raja kecil, ada," katanya.

Prabowo menjelaskan, alasan kebijakan melakukan efisiensi anggaran di kementerian, lembaga dan daerah adalah untuk memberi makanan kepada anak-anak dan memperbaiki ratusan sekolah yang rusak.

Menurut Prabowo, ada 330.000 sekolah di Indonesia. Dana yang dapat diperoleh dari penghematan tersebut bisa digunakan untuk membangun 20.000 sekolah.

"Si Ibu, para ibu yang menjadi guru, silakan menaikkan tangan. Apakah benar, Ibu? Lihat-lihat sekolah-sekolah perlu diperbaiki atau tidak? Saya melihat sekolah-sekolah selama beberapa hari ini. Kita memiliki 330.000 sekolah. Anggaran untuk perbaikan sekolah tersebut cukup untuk memperbaiki mungkin 20.000 sekolah. (Perlu) berapa tahun kita akan menyelesaikan 330.000 sekolah?" katanya.

Pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp ya

Posting Komentar