Siapa yang tidak mengenali sosok Muhammad Farhan, penyiar serta presenter TV yang populer pada tahun 90-an hingga 2000-an, yang kini terpilih menjadi Wali Kota Bandung dalam ajang Pilkada Kota Bandung 2024?
Perlu diketahui, Farhan menikah dengan Aryatri, seorang pekerja di industri seni perfilman pada bulan September 1998.
Dari pernikahannya, mereka dikaruniai dua orang putra, Muhammad Ridzky Khalid yang meninggal dunia pada tahun 2015 dan Muhammad Bisma Wibisana.
Keluarga menjadi bagian yang sangat penting dalam perjalanan hidup dan karier Farhan, serta menjadi sumber inspirasi bagi dia dalam setiap langkah pengabdiannya kepada masyarakat.
Karir Farhan di dunia profesional dimulai di radio setelah ia menyelesaikan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran pada tahun 1995.
Dia dikenal sebagai penyiar di beberapa stasiun radio nasional seperti KLCBS, Mustang FM, Hard Rock FM, hingga Delta FM.
Farhan pernah menjadi penyiar bersama Asri Welas dan Indie Barends.
dan presenter.
Beberapa acara yang populer yang pernah dijadiin sebagai pembawa acaranya adalah Extravaganza dan Malam Lebaran di Trans TV, Pentas Sejuta Aksi (Pesta) di Indosiar, dan acara terkenalnya adalah Om Farhan di ANTV serta Tatap Muka di TV One.
Dia pernah mengajar di Harvard Business School pada tahun 2012 dan MIT Sloan School pada tahun 2011, serta mengabdikan dirinya untuk tim sepak bola kesayangannya, Persib Bandung.
Posisi penting yang pernah dipegangnya adalah sebagai Direktur PT Persib Bandung Bermartabat pada tahun 2009 hingga tahun 2016.
Dia pernah merasakan bangga ketika Persib Bandung menjadi juara Indonesia Super League (ISL) pada tahun 2014.
Farhan kemudian mengubah arah dan mencoba nasibnya di dunia politik.
Pada tahun 2016, dia memutuskan untuk bergabung dengan Partai Nasdem.
Pada tahun 2019, dalam ajang Pemilihan Legislatif, Farhan berhasil memasuki Senayan sebagai anggota DPR RI.
Di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Farhan bertugas di Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan informatika.
Selama masa jabatannya di parlemen, Farhan terlibat aktif dalam penyusunan kebijakan strategis dan legislasi yang memiliki dampak luas bagi masyarakat.
Setelah kembali gagal maju di Pemilu 2024 karena kalah suara dari lawan dari partai lain di Dapil I Jawa Barat yang mencakup Kota Bandung dan Kota Cimahi, Farhan malah terpilih sebagai Walikota Bandung dalam ajang Pilkada Kota Bandung 2024.
Pasangan Farhan dan Erwin, yang diusung oleh Partai Nasdem dan PKB, mendapatkan nomor urut 3 dengan slogan "Bandung Utama".
Pasangan Farhan-Erwin menang dengan perolehan suara 523.000 dari tiga calon wali kota dan wakil wali kota lainnya di Bandung.
Dalam kapasitasnya sebagai Wali Kota Bandung, Farhan mengusung semangat "Merawat Bandung, Merawat Warganya", sebuah pendekatan kepemimpinan yang menitikberatkan pada pembangunan kota yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Farhan berkomitmen untuk menciptakan Bandung yang Unggul, Tangguh, Amanah, Maju, dan Agamis.
Farhan percaya bahwa Bandung, dengan kepemimpinan terbuka, inklusif, dan berbasis kolaborasi, bisa terus berkembang menjadi kota yang lebih nyaman, maju, dan berdaya bagi seluruh warganya.