Memperdengarkan lagu pada anak menjadi hal yang umum dilakukan para orang tua. Selain menyenangkan, kebiasaan memperdengarkan lagu ke anak dipercaya membawa sejumlah manfaat.
Lagu anak dapat menjadi media pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai positif bagi Si Kecil, Bunda. Berdasarkan hal ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (Direktorat Guru PAUD dan PNF) meluncurkan program Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU).
Program KICAU bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter anak sejak usia dini melalui lagu-lagu yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Dalam perspektif psikologi, lagu anak memiliki pengaruh positif dalam berbagai dimensi perkembangan anak.
4. Membantu mengembangkan kemampuan kognitif dan kreatif
Baca ulasan lengkapnya di bawah ini:
1. Aspek kognitif dan bahasa
Salah satu kontribusi utama lagu anak terhadap perkembangan Si Kecil adalah memicu kemampuan berpikir mereka. Penelitian menunjukkan bahwa musik, termasuk lagu anak, dapat meningkatkan kemampuan mengingat, bahasa, dan perhatian anak.
Sebuah jurnal tentang musik dan penerimaan bahasa dini menjelaskan bahwa musik yang terstruktur dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan pemrosesan auditorial yang lebih baik, yang secara langsung mempengaruhi kemampuan bahasa mereka. Dalam aspek bahasa, lagu anak membantu mengembangkan kosakata, meningkatkan pemahaman tata bahasa, dan memperkuat kemampuan fonologis.
Menurut penelitian tentang hubungan antara keterampilan musik, pengolahan fonologis, dan kemampuan membaca awal pada anak-anak pra-taman kanak-kanak, anak-anak yang sering terpapar musik menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan literasi awal seperti membedakan bunyi dan memahami cara pengucapan kata dengan benar. Selain itu, lagu-lagu bilingual atau lagu dengan kosakata kompleks membantu anak mengembangkan keterampilan bahasa yang lebih luas dan meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami bahasa kedua.
2. Aspek Sosial-Emosional
Berdasarkan penelitian tentang pembuatan musik bersama, membuat lagu bersama anak-anak dapat meningkatkan perilaku prososial pada anak-anak berusia 4 tahun, yaitu belajar berbagi, bekerja sama, dan mengembangkan kemampuan empati.
Di sisi lain, musik juga memfasilitasi pengaturan emosi pada anak-anak. Hasil penelitian tentang neurokimia musik menyatakan bahwa lagu-lagu dengan tempo lambat dapat memberikan efek menenangkan dan membantu anak dalam mengatasi stres atau kecemasan dan meningkatkan produksi dopamin yang terkait dengan perasaan bahagia.
Lagu-lagu dengan pesan positif juga dapat membuat anak-anak merasa percaya diri dan membantu mereka mengekspresikan perasaan mereka melalui musik.
3. Aspek Sensorik dan Motorik
Ritme dan melodi dalam lagu anak membantu anak mengenali pola suara dan mengembangkan sensitivitas sensorik. Menurut studi Musik untuk Pengembangan Keterampilan Daur Dengar, pengalaman musik sejak dini mendukung proses pendengaran yang lebih baik, yang berkontribusi pada perkembangan persepsi bunyi dan kemampuan mendengar yang lebih baik.
Lalu, lagu anak dapat merangsang perkembangan motorik halus dan kasar. Musik dengan ritme tertentu dapat menstimulasi gerakan berirama seperti bertepuk tangan dan menari, yang meningkatkan koordinasi dan keseimbangan.
Berdasarkan penelitian tentang keterlibatan ritmis dengan musik pada usia bayi, ditemukan bahwa melalui lagu, anak juga dapat belajar mengkoordinasikan gerakan tubuh dengan ritme musik. Aktivitas ini memperkuat hubungan antara sistem sensorik dan motorik di otak, yang penting untuk keterampilan motorik yang lebih kompleks seperti menulis, menggambar, dan bermain alat musik.
Demikian penjelasan tentang kegunaan lagu anak untuk pertumbuhan Si Kecil. Yuk mulai sekarang rutin mendengarkan lagu anak sebagai cara mendidik yang menyenangkan untuk Si Kecil.
Lagu dan pemahaman tentang norma sosial serta budaya
Lagu anak juga mengajarkan norma sosial dan budaya. Jurnal ilmiah "Songs in their heads: Music and its meaning in children's lives", membahas tentang bagaimana anak yang menyanyikan lagu-lagu daerah atau lagu bertema sopan santun membantu anak memahami nilai-nilai budaya dan etika dalam masyarakat. Lagu-lagu ini juga memperkenalkan konsep identitas budaya dan memperkuat keterikatan anak dengan warisan budaya mereka.
Selanjutnya, orang tua dan pendidik dapat mengintegrasikan lagu dalam rutinitas harian untuk meningkatkan pengalaman belajar anak. Contohnya dalam penelitian A developmental perspective on musical engagement in young children from infancy to school age, lagu dapat digunakan dalam transisi antara aktivitas, seperti lagu "Clean Up Song" untuk membiasakan anak merapikan mainan. Selain itu, lagu-lagu dapat digunakan dalam sesi pembelajaran untuk membantu anak lebih cepat memahami konsep akademik.
5. Lagu yang memiliki kualitas suara yang baik dan jernih
Dalam memilih lagu untuk anak usia dini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berdasarkan teori perkembangan kognitif dan bahasa:
1. Lirik yang sederhana dan berulang
Menurut teori proses bahasa, anak-anak belajar bahasa melalui pola yang dapat dikenali dan diulang. Lagu dengan lirik yang sederhana dan repetitif membantu meningkatkan pengenalan kata serta memperkuat kosakata anak. Penelitian mengenai peran musik dalam pemerolehan bahasa dini menunjukkan bahwa musik dapat meningkatkan pembelajaran bahasa dengan memanfaatkan pola intonasi yang berulang dan ritme yang konsisten.
2. Lagu dengan nada yang fluktuatif dan mudah didengar
Hal yang memiliki perubahan dinamis (naik-turun) lebih menarik bagi anak-anak dan meningkatkan perhatiannya terhadap bahasa. Menurut psikologi musik, musik tonal, seperti lagu anak-anak tradisional yang memiliki pola nada yang jelas, lebih efektif dalam memperkuat pemahaman fonologi anak dibandingkan lagu dengan melodi monoton.
3. Keterlibatan gerakan fisik
Lagu yang mendorong anak untuk bergerak (misalnya, "Kepala, Pundak, Lutut, Kaki" atau "Head, Shoulders, Knees, and Toes) mendukung perkembangan motoriknya dan memperkuat koneksi otaknya dalam proses belajar. Menurut teori embodied cognition, belajar melalui gerakan meningkatkan pemahaman kognitif dan memori anak.
4. Kandungan emosi positif
Lagu dengan pesan positif dapat membantu perkembangan sosial-emosional anak. Menurut hasil studi 'The effect of 'sad' and 'happy' background music on the interpretation of a story in 5 to 6-year-old children', anak-anak yang sering mendengar lagu-lagu dengan emosi positif menunjukkan peningkatan dalam empati dan keterampilan sosial. Musik juga dapat membantu mengatur emosi dan memberikan efek menenangkan.
Keterkaitan antara kombinasi tempo lagu dengan stimulasi perkembangan
Lagu dengan tempo cepat (sekitar 120 BPM) meningkatkan aktivitas motorik dan perhatian anak. Studi tentang pengaruh musik dan gerakan terhadap perkembangan kemampuan motor dasar pada usia dini menunjukkan bahwa anak-anak yang mendengar lagu bertempo cepat lebih aktif secara fisik dan lebih terlibat dalam aktivitas sosial.
Sementara itu, lagu dengan tempo lambat (sekitar 60-80 BPM) lebih efektif untuk menenangkan anak dan membantu menstabilkan emosi. Hasil dari beberapa jurnal psikologi musik menyatakan bahwa musik dengan tempo lambat juga meningkatkan kemampuan mengingat dan memahami bahasa karena memungkinkan anak untuk lebih fokus pada lirik dan makna kata.
Anak-anak memerlukan keseimbangan antara lagu cepat dan lambat sesuai dengan tujuan penggunaannya. Lagu cepat dapat digunakan untuk aktivitas fisik dan sosial, sedangkan lagu lambat dapat digunakan untuk waktu istirahat dan fokus pada saat belajar.
Jadi, penting bagi Ibu dan Ayah untuk memberikan stimulasi musik anak yang tepat sesuai dengan usianya. Pastikan juga anak tidak terpapar dengan musik dewasa atau lirik yang kurang edukatif. Semangat mendampingi perkembangan anak Anda.
. Gratis!